Akhir2 ini aku sering membaca artikel tentang psikologi dan beberapa aktikel yang kubaca belakangan ini adalah karakteristik berdasarkan urutan kelahiran. Yang menarik bagiku tentunya bukan anak pertama atau terakhir tapi anak tengah. Anak pertama sering diasosiasikan sebagai Pemimpin alami, bos besar, dan tumpuan harapan orang tua. Sedangkan anak bungsu adalah si jenaka, tumpuan perhatian orang tua, dan katanya manja. Selanjutnya bagaimana dengan anak tengah ?
Aku anak tengah ! Kamu ?
1. Terasing
Anak sulung sering mendapat perhatian lebih karena tumpuan harapan orang tua. Kemudian anak kedua lahir. Tapi perhatian masih tercurah pada si sulung dengan tanggung jawab adik yang kadang harus di emban si sulung. Saat si adik membuat onar, si sulunglah yang dipersalahkan. Saat anak tengah berhasil melakukan sesuatu, "hadiah" dari keluarga tidak segreget waktu si sulung. Akibatnya anak tengah cenderung merasa kurang dan kurang perhatian.Kemudian si adik lahir. Tentu perhatian jadi tercurah pada yang paling kecil yang harus dilindungi. Hal ini tentu saja tidak selalu terjadi.
Ada 2 macan yang biasanya terjadi pada anak tengah bila menemui masalah ini :
- Survived. Anak tengah kemudian cenderung mencari cara agar mendapat perhatian. Dia berusaha melampaui kakaknya. Saat itu terasa tidak mungkin dia akan mencari jalan lain dan kemudian berusaha unggul di jalan itu. Berusaha... berusaha... berusaha... agar mendapatkan perhatian sekelilingnya dan orang tuanya.
- Not Survived. Anak tengah yang ini cenderung kemudian mengikuti arus. Dia menjadi menutup diri. Pesimis terhadap sesuatu.
2. Kami orang yang berbeda !
"Kamu ki paling bedani seko mbakmu karo adikmu. Do tenang, pendiem, lah kowe kie malah koyo ngono"
Hahaha... itulah kata tetanggaku tentang diriku. Anak tengah memang biasanya memiliki karakter yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Bukan karena apa hanya karena anak tengah cenderung mencari perhatian orang tuanya. Saat saudaranya bersikap baik, si anak tengah cenderung bersikap kurang baik dan menyenangkan ataupun sebaliknya. Entah itu penampilan maupun gaya hidup atau gaya bicara. We want to be different !
3. Kami pemberontak yang suka damai !
Siapa yang bilang anak sulung adalah anak yang paling sering mengalah. Sering kali anak sulung sebagai pemimpin alami merasa harus pegang kendali, mengatur ini dan itu. Sering kali juga anak bungsu tak ingin kalah dari kakaknya karena merasa paling kecil sendiri. So pertanyaannya siapa yang harus mengalah ?
Yap, anak tengahlah yang harus mengalah. It's Okey, I'm fleksible....kata si anak tengah.
Namun, ada kalanya anak tengah merasa telah terlalu sering mengalah hingga dia berontak, sulit diatur dan sebagainya.
Tapi tenang kami cinta damai lho.... Rata-rata anak tengah tidak suka perkelahian dan perdebatan. Kami suka yang damai2 saja. Mungkin juga karena itu dan karena memang posisi kami di tengah maka kami sering menjadi penengah antara saudara2 kami.
4. Essy going yang cinta kebebasan dan suka memendam rahasia....
Persahabatan itu penting ! Yap yap yap... mungkin karena merasa kurang perhatian dari keluarga maka si anak tengah mencari perhatian dari temannya. Dan mungkin juga karena sering melakukan banyak hal sendiri dia jadi tahu enaknya kebebasan. Hmm sedangkan yang terakhir itu rahasia hahahaha....
5. Si santai yang pandai bernegosiasi
Mungkin tidak semua sih seperti ini.... hehehe.... ini juga cuma hasil telaah banyak artikel tentang anak tengah....tak usah dipikir banget-banget bagaimana bisa seperti ini dan itu.... santai santai... anggaplah kalo bener ya bener klo salah ya mungkin penilitian itu kurang mewakili saudara-saudara semua...
hohoho... sekian uneg2 saya....berikut artikel artikel yang saya baca
http://www.hipwee.com/hubungan/15-hal-keren-yang-hanya-dimiliki-oleh-mereka-mereka-yang-menjadi-anak-tengah/
http://lifestyle.okezone.com/read/2015/03/30/196/1126357/enam-fakta-menarik-tentang-anak-tengah
https://renungankopi.wordpress.com/tag/sifat-anak-tengah/
https://renungankopi.wordpress.com/2013/12/20/anak-tengah/#more-446
http://www.vemale.com/relationship/keluarga/5938-rahasia-di-balik-anak-tengah.html