Selasa, 01 Maret 2016

Nilai dari sesuatu


Aku punya kebiasaan untuk bertanya "mengapa ?" kepada hal menarik yang dilakukan temanku. Mereka pun kadang balik bertanya "mengapa ?"
Ada orang habis melakukan sesuatu yang ditanya alasan melakukan pekerjaan itu. Dia hanya bilang ya gak kenapa-kenapa sih. Kalau aku yang ditanya aku pasti akan mengerutkan dahi atau paling tidak menatapnya lama.

Tidak kenapa2 atau tidak ada niat, entah bagaimana itu tidak masuk akal. Aku merasa segala perbuatan itu ada pasti ada niatnya. Niat tersebutlah yang kemudian menjadi esensi perbuatan tersebut. Misal saja 2 orang anak manusia sedang berbohong.

Satunya adalah seorang suami baru yang baru mendapati masakan istrinya yang ternyata tidak enak sama sekali. si suami ini berbohong dengan niat untuk tidak membuat istrinya tersinggung. Satunya lagi seorang penjual yang berbohong pada pembeli dengan tujuan mendapat untung yang lebih banyak.

Sama-sama berbohong tapi esensi dari bohongnya berbeda. Satu bermaksud baik, satu bermaksud kurang baik.

Seperti halnya gambar diatas. aku ingin ada gambar di tulisan blogku hari ini. Tapi aku tidak mau yang asal comot gambar, saya ingin gambar orisinal. oleh karena itu, aku menggambar sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar