Rabu, 19 April 2017
Madre, si Biang dan aku
Hari yang cerah...Entah bagaimana air mata seakan justru menambah kecerahan hari ini...
"Leabay... lebay... lebay...." aku sudah membayangkan runtutan celoteh adikku bila kuceritakan kejadian pagi ini padanya. Kata-kata yang keluar dari mulutnya mungkin akan seperti peluru pada senapan yang dikeluarkan beruntun. Jelas, tanpa tedeng aling-aling, dan pastinya mengena.
Pagi - pagi sudah diawali dengan air mata, pastinya.
Sudah lama aku tidak membaca yang benar-benar membaca. Mungkin itu yang membuatku kadang merasa ada sesuatu yang hilang. Buku dan diriku itu seperti buku dan diriku, hahaha.... Tidak sepenuhnya tidak membaca kok. Hanya saja yang kubaca tidak seratus persen kata-kata (komik mis) atau aku hanya membaca per berapa paragraf sehari untuk buku itu.
Baru tadi aku membaca hampir satu cerpen utuh(beberapa lembar pertama sudah kubaca kemarin2). Madre nama cerpennya, salah satu cerpen Dee lestari yang terkenal itu. Sudah dijadikan film sebenarnya. Hanya saja aku tidak begitu semangat untuk nonton. Bioskop dan aku tidak memiliki hubungan yang baik kau tahu. Kami saling membaut satu sama lain tak nyaman (hik...). Tapi sepertinya aku ingin menontonnya kali-kali.
Ceritanya bagus simpel dan air mataku susah terbendung saat mambacanya. Madre ini berkisah tentang Tansen dan ya Si Madre, siapa lagi coba. Madre itu biang roti. Biang ini tersimpan dalam kulkas di Tan de Bakker. Usianya puluhan tahun melebihi si Tansen. Tansen sendiri adalah si bebas yang tak ingin terikat olah apa pun.
Kisahnya sederhana dan bisa ku tebak sih tapi tetap saja kisahnya sungguh mengalir dan ehmm... gitu. Sesuatu yang sederhana dan indah menurutku. Bagaimana kau menemukan sesuatu yang menjadi titik balik hidupmu ? Sesuatu yang kecil dan simple bisa merubah seluruh hidupmu. Pantas dijadikan film.
Air mataku meluruh terus saat membaca tadi. Pagi-pagi sudah nangis kataku pada diriku sendiri. Yah, aku merasakan seluruh emosi dari para "pemain" cerita itu, bahkan Si Madre. Intinya sih aku jadi tak sabar membaca cerpen-cerpen selanjutnya. Great dan großartig....Lama gak belajar bahasa jerman....Fighting....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar